Tuesday, January 18, 2022

catatan harian bersama bu serephina

Selamat Siang guysss Assalamulaikum,Syallom,Om Swastyastu , Namobuddhaya,Salam Kebajikan apa kabar semuanya?semoga dalam keaadaan sehat tanpa kekurangan satu apapun.Kali ini  mimin akan jelasin sedikit tentangTEORI KEKAYAAN MEDIA  dalam peran kreatifitas, semoga teman-teman menjadi tau melalui blogger ini selamat membaca teman-Teman.



Teori kekayaan media menyatakan bahwa media memiliki kemampuan untuk mentransmisi informasi yang dibutuhkan. Kemampuan untuk mentransmisi informasi ini, bergantung pada informasi yang dibutuhkan pada saat ketidakpastian atau ketidakjelasan.

Kekayaan media dapat ditentukan melalui kriteria berikut ini:

a) Kapasitas untuk menyertakan fokus pribadi


Setiap media memiliki tingkatan yang berbeda soal fokus pribadi, khususnya ketika sebuah media menggabungkan perasaan pribadi dan emosi, pesan akan tersampaikan dengan baik. Sebagai contoh, komunikasi face-toface dibandingkan dengan komunikasi melalui email.

b) Kecepatan umpan balik


Sebuah komunikasi dikatakan lengkap ketika feedback dapat segera diperoleh, adanya feedback mengindikasikan bahwa sebuah pesan diterima dengan baik. Feedback memastikan bahwa setiap kesalahan dalam transmisi dapat segera dikoreksi. Kecepatan atau kedekatan umpan balik dalam sebuah medium merujuk pada kemampuan medium tersebut untuk mengizinkan pengguna memberikan respon yang cepat pada saat komunikasi diterima. Medium yang digunakan seharusnya dapat mensupport komunikasi dua arah.


c) Penyampaian isyarat


Terdapat beberapa cara bagi medium komunikasi informasi untuk dapat dicapai dan isyarat itu dapat berupa audio atau visual.

Sebagai contoh, sebuah iklan kampanye stop merokok dapat dikomunikasikan dengan kombinasi dari beberapa isyarat. Background yang digunakan dapat berupa suasana yang kusam dan surat, visual yang digunakan dapat berupa seseorang yang menderita di bangsal rumah sakit dan suara yang digunakan dapat berupa suara yang merintih kesakitan.


d) Variasi penggunaan bahasa


Variasi penggunaan bahasa disini adalah banyaknya makna yang dapat disampaikan melalui simbol bahasa yang digunakan semisal angka atau penggunaan bahasa asli. Angka mengindikasikan presisi sementara bahasa asli membantu membawa berbagao konsep dan ide.

 Nah itu dia teori kekayaan media dari aku, tulis dikolom komen ya, apa nih yang kalian tau tentang teori kekayaan media.


Nah gimana teman teman sangat bermaanfaat bukan?tentunya 
tentu saja sangat bermanfaat mungkin teman teman yang ingin sukses atau ingin mencapai cita-citanya menjadi orang sukses,.dan semoga teman menjadi orang suksess, AMIN......

Sampai ketemu di blog selanjutnyaa, jaga terus kesehatan dan sampai jumpa kembali...
#salamkreatifitas #jagakesehatan\


Pembuat Blog : Alfan Dolly

Dosen pengampu : Serepina tiur maida S.Sos.,M.pd.,M.Ikom.



Tuesday, January 11, 2022

catatan harian bersama bu Serephina

 Selamat Siang guysss Assalamulaikum,Syallom,Om Swastyastu , Namobuddhaya,Salam Kebajikan apa kabar semuanya?semoga dalam keaadaan sehat tanpa kekurangan satu apapun.Kali ini  mimin akan jelasin sedikit tentang DIALEKTIKA RELASIONAL dalam peran kreatifitas, semoga teman-teman menjadi tau melalui blogger ini selamat membaca teman-Teman.



Teori dialektika relasional adalah sebuah konsep dalam teori komunikasi. Konsep ini bisa ditafsirkan sebagai "simpul kontradiksi dalam hubungan pribadi atau interaksi terus-menerus antara kebalikan atau kecenderungan untuk menentang.Yang menyatakan bahwa hidup berhubungan dicirikan oleh ketegangan-ketegangan atau konflik antar individu. Konflik tersebut terjadi ketika seseorang mencoba memaksakan keinginannya satu terhadap yang lain


Nah gimana teman teman sangat bermaanfaat bukan?tentunya 
tentu saja sangat bermanfaat mungkin teman teman yang ingin sukses atau ingin mencapai cita-citanya menjadi orang sukses,.dan semoga teman menjadi orang suksess, AMIN......

Sampai ketemu di blog selanjutnyaa, jaga terus kesehatan dan sampai jumpa kembali...
#salamkreatifitas #jagakesehatan\

Referensi :
-PPT Teori Dialektika Relasional

Pembuat Blog : Alfan Dolly

Dosen pengampu : Serepina tiur maida S.Sos.,M.pd.,M.Ikom.


Monday, January 10, 2022

catatan harian bersama bu Serephina - Teori Dependensi

Selamat Siang guysss Assalamulaikum,Syallom,Om Swastyastu , Namobuddhaya,Salam Kebajikan apa kabar semuanya?semoga dalam keaadaan sehat tanpa kekurangan satu apapun.Kali ini  mimin akan jelasin sedikit tentang Teori Dependensi dalam peran kreatifitas, semoga teman-teman menjadi tau melalui blogger ini selamat membaca teman-Teman.



Menurut Teori Dependensi, ketergantungan dianggap sebagai gejala yang sangat umum ditemui pada negara-negara dunia ketiga yang miskin akibat sumber daya ekonominya didominasi oleh negara-negara maju. Sebagai hasilnya, negara miskin ini menjadi terbelakang, miskin, dan kondisi politik ekonominya tidak stabil (Wikipedia 2009; Sociology Dictionary 1991).

Sebagai salah satu tokoh teori dependensi, Theotonio Dos Santos juga memunculkan perspektif dependensinya dalam menganalisa dependensi sebagai suatu struktur hubungan antara negara maju yang dominan (dominant countries) dan negara miskin (dependent countries) yang tersubordinasi dalam suatu sistem ekonomi dunia. Negara miskin akan selalu menjadi negara yang terbelakang dalam pembangunan karena tidak dapat mandiri serta selalu tergantung kepada negara maju. Negara maju identik menjadi negara pusat, sedangkan negara miskin menjadi satelitnya. Konsep ini lebih dikenal dengan istilah “Pusat - Periferi” (Santos 1973; Widodo 2008).

Teori Ketergantungan atau dikenal teori depedensi (bahasa inggrisDependency Theory) adalah salah satu teori yang melihat permasalahan, Dependensi (ketergantungan) adalah keadaan di mana kehidupan ekonomi negara–negara tertentu dipengaruhi oleh perkembangan dan ekspansi dari kehidupan ekonomi negara–negara lain.

Aspek penting dalam kajian sosiologi adalah adanya pola ketergantungan antara masyarakat yang satu dengan masyarakat yang lainnya dalam kehidupan berbangsa di dunia. Teori Dependensi lebih menitik beratkan pada persoalan keterbelakangan dan pembangunan negara pinggiran


Nah gimana teman teman sangat bermaanfaat bukan?tentunya 
tentu saja sangat bermanfaat mungkin teman teman yang ingin sukses atau ingin mencapai cita-citanya menjadi orang sukses,.dan semoga teman menjadi orang suksess, AMIN......

Sampai ketemu di blog selanjutnyaa, jaga terus kesehatan dan sampai jumpa kembali...
#salamkreatifitas #jagakesehatan\

Referensi :
-PPT Teori Dependensi

Pembuat Blog : Alfan Dolly

Dosen pengampu : Serepina tiur maida S.Sos.,M.pd.,M.Ikom.



Sunday, January 9, 2022

catatan harian bersama bu serephina

Selamat Siang guysss Assalamulaikum,Syallom,Om Swastyastu , Namobuddhaya,Salam Kebajikan apa kabar semuanya?semoga dalam keaadaan sehat tanpa kekurangan satu apapun.Kali ini  mimin akan jelasin sedikit tentang Agenda Setting dalam peran kreatifitas, semoga teman-teman menjadi tau melalui blogger ini selamat membaca teman-Teman.



Dalam komunikasi massa, teori agenda setting cukup sering digunakan untuk membahas bagaimana efek media massa terhadap publik atau khalayak luas. Apa itu teori agenda setting? Pengertian teori agenda setting Sebagaimana mengutip dari jurnal Teori Agenda Setting dalam Ilmu Komunikasi (2018) karya Elfi Yanti Ritonga,

Bernard C. Cohen mendefinisikan teori agenda setting sebagai berikut: “Teori agenda setting adalah teori yang menyatakan bahwa media massa merupakan pusat penentuan kebenaran, yang mampu mentransfer dua elemen, yakni kesadaran serta informasi ke dalam agenda publik. 

Caranya dengan mengarahkan kesadaran dan perhatian publik pada isu yang dianggap penting oleh media massa.” Sementara itu, menurut Stephen W. Littlejohn dan Karen A. Foss, teori agenda setting adalah teori yang menyatakan bahwa media membentuk gambaran atau isu penting dalam pikiran, karena media harus selektif dalam melaporkan berita. 

Littlejohn dan Karen A. Foss mengungkapkan bahwa saluran berita sebagai penjaga gerbang (gatekeeping) informasi dapat membuat pilihan tentang apa dan bagaimana yang harus dilaporkan. Intinya, apa yang diketahui masyarakat pada waktu tertentu, merupakan hasil dari penjagaan gerbang (gatekeeping) oleh media. Awal mula munculnya teori agenda setting Menurut Khoirul Muslimin dalam Buku Ajar Komunikasi Politik (2020), teori agenda setting diperkenalkan oleh Maxwell McCombs dan Donald L. Shaw, pada 1968, dalam penelitian tentang kampanye pemilihan presiden Amerika Serikat. 

Penelitian tersebut berhasil menemukan hubungan antara penekanan berita dengan bagaimana berita tersebut dinilai tingkatannya oleh pemilih. Hasil penelitian ini kemudian menjadi hipotesis teori agenda setting, dan menjadi awal mula kelahiran teori ini. Asumsi teori agenda setting Asumsi teori agenda setting adalah jika media memberi tekanan pada sebuah peristiwa, media tersebut akan memengaruhi khalayak agar menganggap peristiwa itu sebagai hal yang penting.

Teori Komunikasi dan Fungsinya Sederhananya, apa yang dianggap penting oleh media, akan dianggap penting juga oleh masyarakat. Wasis Sarjono dalam bukunya yang berjudul Komunikasi Penyuluhan Pembangunan (2017), menuliskan bahwa dalam teori agenda setting, media diasumsikan punya efek yang sangat kuat, terutama karena asumsi tersebut berkaitan dengan proses belajar, dan bukan perubahan sikap serta pendapat. Ada dua asumsi mendasar dari teori agenda setting, yakni: Pers dan media massa tidak mencerminkan kenyataan, melainkan mereka menyaring dan membentuk sebuah isu.

 Media massa menyediakan sejumlah isu, dan memberi penekanan lebih pada beberapa isu, yang selanjutnya memberi kesempatan kepada publik untuk menentukan isu mana yang dirasa lebih penting dibanding isu lainnya. Tiap media punya potensi masing-masing untuk membentuk serta membangun potensi agenda setting-nya. 

Pada intinya, kunci utama teori agenda setting adalah penentuan porsi suatu isu atau peristiwa dalam proses gatekeeping. Pembentukan persepsi publik diusahakan oleh pihak media dengan memberi porsi pada tiap masalah. Misalnya menonjolkan suatu isu. Penonjolan ini memperlihatkan perbedaan atensi, yang kemudian memberi pengaruh pada kognisi (pengetahuan dan citra) sebuah peristiwa atau isu di mata khalayak.


Nah gimana teman teman sangat bermaanfaat bukan?tentunya 
tentu saja sangat bermanfaat mungkin teman teman yang ingin sukses atau ingin mencapai cita-citanya menjadi orang sukses,.dan semoga teman menjadi orang suksess, AMIN......

Sampai ketemu di blog selanjutnyaa, jaga terus kesehatan dan sampai jumpa kembali...
#salamkreatifitas #jagakesehatan\

Referensi :
-PPT Teori Agenda Setting

Pembuat Blog : Alfan Dolly

Dosen pengampu : Serepina tiur maida S.Sos.,M.pd.,M.Ikom.


Wednesday, January 5, 2022

catatan harian bersama bu Serephina

 Selamat Siang guysss Assalamulaikum,Syallom,Om Swastyastu , Namobuddhaya,Salam Kebajikan apa kabar semuanya?semoga dalam keaadaan sehat tanpa kekurangan satu apapun.Kali ini  mimin akan jelasin sedikit tentang Difusi Inovasi dalam peran kreatifitas, semoga teman-teman menjadi tau melalui blogger ini selamat membaca teman-Teman.

x



Ada juga beberapa teori yang menjelaskan tentang Difusi Inovasi, yakni
- Difusi Inovasi adalah suatu proses penyebaran serapan ide-ide untuk mengubah suatu masyarakat yang terjadi secara terus menerus dari suatu tempat ke tempat yang lain, kurun waktu ke kurun waktu berikutnya, dan dari bidang tertentu ke bidang yang lainnya terhadap suatu system sosial
- Teori Difusi Inovasi adalah cara lain dalam melihat bagaimana orang memproses dan menerima informasi.

    Teori Difusi Inovasi menyatakan bahwa seseorang akan mengadopsi sebuah ide setelah melewati 5 langkah berikut :
1. Kesadaran (Individu sudah terekspos atau mempunyai gambaran dengan ide tersebut)
2. Minat (Ide harus bisa membangkitkan minat individu tersebut)
3. Evaluasi (Individu harus mempertimbangkan bahwa ide tersebut berpotensi memiliki manfaat)
4. Percobaan (Individu bisa mengujicobakan ide itu kepada dirinya atau orang lain)
5 Adopsi (Tahap ini adalah presentasi akhir dari ide sukses setelah melewati 4 langkah sebelumnya atau bisa disebut hasil akhir)

    Menurut Rogers penerimaan Inovasi bisa dibagi menjadi 5 tingkatan loh, berikut penjelasannya
1. Pembaharu (Innovator) / Petualang, adalah mereka yang pertama kali tersentuh innovasi (ide baru).
2. Penerima awal (Early Adopter), adalah mereka yang tersentuh inovasi setelah kelompok innovator memperkenalkannya.
3. Penerima Mayoritas awal (early majority) / Penuh Pertimbangan, adalah mereka yang tergolong sebagai penerima inovasi sebelum anggota kelompok lainnya menerima inovasi tersebut.
4. Penerima Mayoritas lambat (Late majority) / Skeptis, adalag mereka yang menerima ide setelah rata - rata anggota lainnya menerima lebih awal.
5. Pengikut (Laggard)/ Tradisional, adalah mereka yang tergolong penerima akhir dari sistem sosial yang ada.


Nah gimana teman teman sangat bermaanfaat bukan?tentunya 
tentu saja sangat bermanfaat mungkin teman teman yang ingin sukses atau ingin mencapai cita-citanya menjadi orang sukses,.dan semoga teman menjadi orang suksess, AMIN......

Sampai ketemu di blog selanjutnyaa, jaga terus kesehatan dan sampai jumpa kembali...
#salamkreatifitas #jagakesehatan\

Pembuat Blog : Alfan Dolly

Dosen pengampu : Serepina tiur maida S.Sos.,M.pd.,M.Ikom.

Tuesday, January 4, 2022

TEORI USES DAN EFFECT

 

Selamat Siang guysss Assalamulaikum,Syallom,Om Swastyastu , Namobuddhaya,Salam Kebajikan apa kabar semuanya?semoga dalam keaadaan sehat tanpa kekurangan satu apapun.Kali ini  mimin akan jelasin sedikit tentang TEORI USES DAN EFFECTdalam peran kreatifitas, semoga teman-teman menjadi tau melalui blogger ini selamat membaca teman-Teman.


Teori uses and effects merupakan sintesis antara pendekatan uses and gratifications dan teori tradisional mengenai effects.bagian yang sangat penting atau pokok dari pemikiran ini karena pengetahuan mengenai penggunaan media yang menyebabkan, akan memberikan jalan bagi pemahaman dan perkiraan tentang hasil dari suatu proses komunikasi massa.


Maka teori uses and effects merupakan sebuah teori yang menjelaskan mengenai hubungan antara komunikasi massa yang disampaikan melalui media massa, yang menimbulkan sebuah effects bagi pengguna dari media massa tersebut. Contoh dari teori usess and effects dapat dilihat dari kebiasaan seseorang menonton atau mendengarkan media massa dalam keseharian seorang individu.

Nah itu dia pembahasan kali ini. Gimana nih menurut kalian?


Nah gimana teman teman sangat bermaanfaat bukan?tentunya 
tentu saja sangat bermanfaat mungkin teman teman yang ingin sukses atau ingin mencapai cita-citanya menjadi orang sukses,.dan semoga teman menjadi orang suksess, AMIN......

Sampai ketemu di blog selanjutnyaa, jaga terus kesehatan dan sampai jumpa kembali...
#salamkreatifitas #jagakesehatan\

Referensi :

-PPT uses and Effect

Pembuat Blog : Alfan Dolly

Dosen pengampu : Serepina tiur maida S.Sos.,M.pd.,M.Ikom.




Sunday, January 2, 2022

catatan harian bersama bu serephina

Selamat Siang guysss Assalamulaikum,Syallom,Om Swastyastu , Namobuddhaya,Salam Kebajikan apa kabar semuanya?semoga dalam keaadaan sehat tanpa kekurangan satu apapun.Kali ini  mimin akan jelasin sedikit tentang Teori Komunikasi Interpersonal dalam peran kreatifitas, semoga teman-teman menjadi tau melalui blogger ini selamat membaca teman-Teman.




   Menurut Effendy, komunikasi Interpersonal adalah proses interaksi antara komunikator dan komunikan, yang mana dianggap sebagai alat yang efektif untuk mengubah sikap, pendapat, dan perilaku.

        Berikut adalah beberapa Teori Komunikaisi Interpersonal menurut para ahli :
1. Fritz Haider, Teori Atribusi menyajikan sebuah kerangka kerja untuk memahami bagaimana individu menafsirkan perilaku dirinya sendiri dan perilaku orang lain. Setiap orang termotivasi untuk memahami perilaku dan menjelaskan pola perilaku. Orang mengembangkan penjelasan personal tentang motif - motif orang lain beserta maknanya yang ada gilirannya mempengaruhi tindakan orang terhadap orang lain.

2.  John Thibaut dan Harold Kelley.  Teori Pertukaran Sosial, Teori ini didasarkan pada pertukaran rewards dan cost untuk menghitung nilai-nilai keluaran yang berasar dari berbagai situasi yang berbeda bagi individu. Orang akan berupaya untuk mengurangi akibat yang harus dibayar serta memaksimalkan rewards dan kemudian menjadikannya dasar dalam membangun sebuah hubungan dengan orang lain.

3. Howard Giles dkk pada kisaran tahun 1960an hingga 1970an. Teori Akomodasi Komunikasi, Teori ini menjelaskan ketika berkomunikasi, orang  mencari hal-hal untuk mengurangi atau menambah perbedaan antara dirinya dan orang lain. Mereka melakukannya dengan cara berkomunikasi seperti orang lain atau membuat komunikasinya lebih memiliki perbedaan  dibandingkan dengan yang lain.

4.  John Austin pada tahun 1960an dan kemudian dikembangkan oleh John Searle pada tahun 1970an. Teori Tindakan, Teori ini mengupas bagaimana orang mencapai segala sesuatunya dengan menggunakan kata-kata dan menjelaskan bagaimana orang menggunakan bahasa sebagai tindakan.

5. John Anderson. ACT theory,Teori ini berpendapat bahwa semua pengetahuan diawali dengan informasi yang dinyatakan. Pengetahuan procedural dipelajari dengan membuat inferensi dari berbagai pengetahuan faktual yang telah ada sebelumnya. Teori ACT didukung oleh 3 (tiga) jenis pembelajaran yang mendasar yaitu generalisasi, diskriminasi, serta penguatan

6. Richard E. Petty dan J. Cacioppo. Teori Elaborasi, Teori ini didasarkan pada sebuah gagasan bahwa sikap sangat penting karena sikap membimbing berbagai keputusan dan perilaku lainnya. Sikap dapat dihasilkan dari sejumlah hal dan persuasi adalah sumber utamanya. Dalam model ini terdapat dua rute pengaruh persuasif, yaitu sentral dan peripheral. Selain digunakan dalam komunikasi interpersonal, model ini juga digunakan dalam bidang public relations, serta komunikasi pemasaran.

    Beberapa aspek penting dalam komunikasi Interpersonal
  • Hubungan (Relational) – komunikasi adalah dimana pengirim pesan atau penerima pesan memiliki peran yang sama dalam menyampaikan dan menerima pesan secara simultan dalam rangka untuk menciptakan makna yang sama.
  • Situasi (Situational) – komunikasi yang terjadi antara dua orang dalam konteks tertentu.
  • Kuantitatif (Quantitative) – interaksi diadik termasuk didalamnya komunikasi impersonal.
  • Fungsional (Functional– komunikasi bertujuan untuk mencapai tujuan-tujuan interpersonal yang dirancang dengan suatu strategi dan taktik tertentu sebagaimana dinyatakan dalam teori strategi komunikasi
    Apa ajasih manfaat yang dapat kita dapatkan setelah mempelajari Komunikasi Interpersonal? Manfaat yang bisa kita dapatkan diantaranya kita dapat memahami pengertian, aspek penting dan berbagai teori komunikasi interpersonal menurut para ahli.

Nah gimana teman teman sangat bermaanfaat bukan?tentunya 
tentu saja sangat bermanfaat mungkin teman teman yang ingin sukses atau ingin mencapai cita-citanya menjadi orang sukses,.dan semoga teman menjadi orang suksess, AMIN......

Sampai ketemu di blog selanjutnyaa, jaga terus kesehatan dan sampai jumpa kembali...
#salamkreatifitas #jagakesehatan\

Pembuat Blog : Alfan Dolly

Dosen pengampu : Serepina tiur maida S.Sos.,M.pd.,M.Ikom.



catatan harian bersama bu serephina

Selamat Siang guysss Assalamulaikum,Syallom,Om Swastyastu , Namobuddhaya,Salam Kebajikan apa kabar semuanya?semoga dalam keaadaan sehat tanp...